Tampilkan postingan dengan label Program Kerja Inti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Program Kerja Inti. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Desember 2013

Pengabdian masyarakat









Pengabdian masyarakat merupakan program kerja inti dari bidang IV BEM FKIP. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan jiwa sosial mahasiswa dan juga mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh dibangku kuliah untuk diterapkan kepada masyarakat. Tujuan lain dari diadakan Pengabdian Masyarakat yaitu untuk meningkatkan solidaritas antar Ormawa FKIP. Dengan tujuan tersebut maka mengambil tema Pengabdian Masyarakat pada tahun ini adalah “Pengmas sebagai suatu langkah kecil dengan kepedulian yang besar untuk sesama dan meningkatkan solidaritas antar Ormawa FKIP”.
Pada pelaksanaan Pengabdian Masyarakat tahun ini, kami membentuk panitia besar yang terdiri dari 4 delegasi masing-masing HMP. Adanya panitia besar tersebut sangatlah membantu dalam pelaksanaan kegiatan. Konsep pelaksanaan Pengabdian Masyarakat pada tahun ini ada beberapa inovasi kegiatan yang dirasa perlu untuk diadakan sesuai kebutuhan. Pada tahun ini Pengabdian Masyarakat dilaksanaan dengan serangkaian acara. Mulai dari Kegiatan HMP Mengajar, kemudian dilanjut dengan Pengmas di Klego, dan ditutup dengan Konser amal & Closing Ormawa di GOR UMS
 Pada tanggal 11-16 November 2013 Pengabdian Masyarakat dilaksanakan di Kecamatan Simo, Boyolali. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah “HMP Mengajar”, jadi setiap HMP terjun ke sekolah-sekolah sesuai dengan ranah program studi masing-masing untuk melaksanakan kegiatan di sekolah tersebut. Ada 7 sekolahan yang digunakan sebagai tempat Pengabdian Masyarakat di Kecamatan Simo dan 1 Nogosari, yaitu :
TK PGRI Pentur       : HMP PG-PAUD
SD N Pentur 2          : HMP PGSD
MTs Muh 4              : HMP Pendidikan Matematika
SMP N 3 Simo         : HMP Pendidikan Geografi
MTs Walen               : HMP PPKn
SMA Muh Simo       : HMP Pendidikan Biologi
MAN 2 Boyolali       : HMP PBSID & EDSO
SMK 3 Nogosari      : HM PEA
Alhamdulillah kegiatan yang dilaksanakan HMP berjalan dengan lancar dan mendapat respon yang positif dari masing-masing sekolah. Bidang IV BEM juga menyempatkan hadir di setiap kegiatan HMP mengajar.
Kegiatan selanjutnya yaitu Pengabdian Masyarakat di Sendangrejo, Klego, Boyolali. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 22-24 November 2013. Ada beberapa acara yang dilakukan, antara lain:
Pada hari pertama, Jumat, 21 November 2013 acara yang dilaksanan yaitu “Pembukaan” pada pukul 09.00 WIB yang dihadiri oleh perangkat desa dan rekan-rekan BEM FKIP UMS serta panitia besar. Acara selanjutnya yang dilaksanakan setelah sholat jum’at adalah “Penyuluhan gizi”. Sasaran dari acara penyuluhan gizi ini adalah ibu-ibu desa Sendangrejo. Pembicara penyuluhan gizi ini adalah saudara Indira yang merupakan Ketua Umum HMP Gizi FIK UMS. Setelah acara selesai, langsung disambung dengan acara “Penyuluhan Budidaya Jamur” dengan menghadirkan pembicara dosen Pendidikan Biologi yaitu Ibu Titik Suryanti yang sudah ahli di bidang budidaya jamur, dan didampingi oleh alumni mahasiswa Pendidikan Biologi yang juga ahli dalam bidang budidaya jamur yaitu saudara Intan. Walaupun jumlah peserta tidak terlalu banyak, namun ibu-ibu cukup antusias mengikuti acara tersebut karena dalam acara tersebut pembicara tidak hanya menyampaikan saja mengenai budidaya jamur, namun sekaligus ibu-ibu diajak untuk mempraktekkan langsung. Kurangnya peserta dikarenakan belum adanya sosialisasi oleh perangkat desa, padahal dari pihak panitia sudah maksimal dalam sosialisasi ke perangkat desa. Hanya saja perangkat desa kurang tanggap dalam menerima info dari panitia.
Hari selanjutnya, Sabtu, 22 November 2013 acara dimulai dari pagi pukul 08.00 di MIM Seretan, TK Seretan, SD N Sendangrejo dan TK Pertiwi Sendangrejo. Acara yang dilaksanakan di sekolahan yaitu “Lomba-lomba dan pengajaran” yang diikuti oleh seluruh siswa. Lomba-lomba tersebut berupa lomba mewarnai, lomba menggambar, lomba baca puisi, dan lomba menyanyikan lagu daerah dan lagu nasional. Juri pada lomba-lomba tersebut adalah Ketua Umum Ormawa FKIP. Keceriaan terlihat jelas pada siswa-siswa serta juri lombanya. Setelah lomba-lomba, siswa diajak untuk ice breaking dan kemudian pengumuman pemenang lomba. Acara tersebut terbilang lancar dan mendapat respon yang baik dari pihak sekolah.
Acara selanjutnya yaitu “Pembagian Sembako” yang dilakukan oleh panitia, BEM FKIP, dan HMP. Acara ini dilakukan dengan konsep door to door. Walaupun rumah yang menjadi sasaran cukup jauh dan jalannya kurang bagus namun tidak mengurangi semangat teman-teman dalam membagikan sembako. Sore harinya, ada kegiatan “Pasar Murah” yang juga diiringi hiburan untuk menarik masyarakat desa Sendangrejo. Kegiatan pasar murah ini mendapat antusias yang tinggi dari masyarakat. Barang-barang yang dijual pada pasar murah ini adalah sembako dan pakaian layak pakai.
Malam harinya, ada pengajian dan hiburan. Pengajian diisi oleh Bapak Abu Bakry Royani. Masyarakat yang hadir dalam acara pengajian ini cukup banyak. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Acara selanjutnya yaitu hiburan yang diisi oleh penampilan drama oleh HMP PBSID.
Hari Minggu, 23 November 2013 pagi hari diawali dengan “Penanaman Pohon” disepanjang jalan seretan yang baru di bangun. Penanaman pohon ini dilakukan bersama dengan bapak-bapak yang juga sedang kerja bakti. Kebersamaan dan kesederhanaan ini semakin terasa saat panitia dan BEM makan ketela rebus bersama dengan masyarakat.
Pada pukul 10.00 acara dilanjutkan dengan “Pengobatan Gratis” yang bekerja sama dengan Muhammadiyah Medical Cetre. Acara tersebut sangat lancar, dan banyak warga yang antusias datang ke balai desa. Jumlah warga yang hadir dan berobat sebanyak 61. Acara ini selesai pada pukul 13.00 WIB.
Setelah itu, acara berikutnya adalah “Presentasi Lomba Masak” dengan bahan dasar singkong. Acara ini diikuti oleh ibu-ibu posyandu desa Sendangrejo. Juri pada acara ini adalah Ibu Lurah, Hesti Kartikasari, dan Gista Ratih Astatin. Acara ini langsung disambung dengan acara penutupan dan pengumuman lomba masak-masak. Penutupan ini diisi oleh ketua panitia, ketua BEM, dan Bapak Lurah.
Acara yang dilaksanakan selama 3 hari di klego memberikan kesan yang yang mendalam bagi panitia, rekan-rekan BEM, dan warga masyarakat desa Sendangrejo. Terbukti dengan isi dari sambutan bapak Lurah pada saat penutupan yang merasa sangat berkesan dan menyampaikan ucapan terimakasih untuk panitia.
Serangkaian acara Pengabdian Masyarakat, ditutup dengan kegiatan “Konser Amal dan Closing Ormawa” yang bertempat di GOR UMS. Dalam acara ini dihadiri oleh WD III FKIP UMS dan Ormawa FKIP. Acara ini diselenggarakan bekerjasama dengan Yayasan Penyandang Anak Cacat (YPAC) kota Surakarta sebagai sasaran donasi dana konser amal. Sekaligus YPAC Music Percussion diundang untuk mengisi acara dalam acara tersebut. Acara ini diisi oleh beberapa bintang tamu, antara lain D’Javu, The Knigh Boys, YPAC Music Percussion, S.H.A.P.E Yesterday, Teather Wejang, dan AsIk. Selain itu acara ini juga sekaligus merupakan acara Grand Clossing ormawa FKIP UMS tahun 2013.

Dialog Fakultas






Dialog Fakultas merupakan kegiatan inti dari bidang IV BEM FKIP UMS. Dialog Fakultas merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menyalurkan aspirasi mahasiswa, memperkuat dan meningkatkan komunikasi dan keharmonisan antara pimpinan Fakultas, ORMAWA, dan mahasiswa.
Dalam menyalurkan aspirasi mahasiswa baik kritik dan saran kepada pimpinan fakultas dan universitas yang kami laksanakan tersebut, tentunya ada bantuan dan kerjasama dari berbagai pihak. Dialog Fakultas yang dari tahun ke tahun di laksanakan oleh BEM FKIP UMS mempunyai tujuan sebagai sarana menyampaikan aspirasi dari mahasiswa dan menjalin hubungan yang dinamis antara mahasiswa dengan pimpinan FKIP UMS serta dosen. Permasalahan yang diangkat dalam pelaksanaan dialog fakultas berasal dari permasalahan tiap-tiap program studi seputar kegiatan akademik atau perkuliahan, sarana-prasarana, dan HMP.


Kegiatan tersebut dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal           :  Senin, 01 april 2013
Waktu                    : 07.30 WIB - selesai
Tempat                   : Hall C FKIP UMS
Sasaran                  : ORMAWA dan Mahasiswa Umum di FKIP UMS
Acara                     : Dialog/audiensi
Pembicara              : DEKAN FKIP UMS
                                       WD. II FKIP UMS
                                       WD. III FKIP UMS
Tema                       : Mewujudkan Mahasiswa yang Kritis dan Aspiratif    menuju FKIP yang Berkualitas.


Pokok pembahasan :
1)      Tindak lanjut program RSBI di FKIP khususnya di Program studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi.
2)      Penjelasan tentang penerapan program Fast Track (Double Degree) di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.
3)      Kuota mahasiswa FKIP yang tidak sebanding dengan fasilitas ruangan yang ada.
4)      Gedung perkuliahan FKIP khususnya untuk PAUD dan PGSD yang belum terealisasikan.
5)      Fasilitas hotspot di lingkungan FKIP yang tidak bisa digunakan secara maksimal.
6)      Mahasiswa menginginkan adanya gedung teater khususnya untuk PBSID dan Pendidikan Bahasa Inggris untuk pementasan drama.
7)      Pegawai BAA yang kurang ramah kepada mahasiswa.
8)      Pembayaran Lab Komputer dan Lab Microteaching yang masih dibebankan kepada mahasiswa, padahal sudah masuk SKS.
9)      Tingkat keamanan FKIP yang masih sangat kurang. Hal ini karena adanya tindak pencurian khususnya di lingkungan kesekretariat ormawa.


Hasil pembahasan;
Berdasarkan diskusi mahasiswa dengan dekanat dalam Dialog Fakultas,  maka terdapat beberapa hasil, diantaranya:
1)      Alokasi aliran dana pembayaran Lab Microteaching yakni:
a.       Untuk biaya operasional.
b.      Untuk peralatan.
c.       Untuk blangko-blangko
2)      Terkait kegiatan Study Banding ke UMM, fakultas tidak bisa membiyayai karena memang tidak memiliki alokasi dana untuk kegiatan kemahasiswaan. Jadi bukan karena pelitnya fakultas, tetapi karena fakultas memang tidak memiliki alokasi dana untuk kegiatan Study Banding mahasiswa.
3)      Program Double Degree di program studi Pendidikan Bahasa Inggris dilaksanakan selama 5 tahun bagi mahasiswa, agar kelak mahasiswa mendapatkan gelar S. Pd. dan M. Pd dalam satu kurun waktu perkuliahan. Kebijakan pelaksanaan program ini dibawah naungan langsung dari WR I dan dikoordinasikan langsung kepada pihak program studi yang tujuannya diharapkan mampu mencetak lulusan selama 5 tahun dengan mendapatkan gelar S. Pd. dan M.Pd..
4)       RSBI di Universitas Muhammadiyah Surakarta di selenggarakan dalam rangka menyiapkan guru yang profesional, sehingga siap untuk mengajar di SMA yang berstandart RSBI. Jadi dari segi fasilitas mahasiswa RSBI lebi unggul. Seperti: ruangan ber-AC, setiap pembelajaran menggunakan bahasa inggris, walaupun tidak keseluruhan dalam pembelajaran.
5)      Terkait perbandingan fasilitas dengan jumlah mahasiswa yang terlalu banyak, maka kuota mahasiswa FKIP direncanakan akan dikurangi 10% setiap tahunnya. FKIP tahun ini pun juga sudah mulai turun. Bapak Sofyan Anif juga setuju, karena dengan sedikit berkurangnya mahasiswa pembelajaran akan lebih efektif.
6)      Pembayaran Lab. Micro tetap ditarik dari mahasiswa, dengan alasan bahwa pembayaran lab. Micro dan PPL belum dimasukkan ke dalam SKS mahasiswa, akan tetapi  mahasiswa angkatan 2012 sudah mulai tidak membayar karena pembiayaan lab micro dan biaya PPL sudah dimasukkan ke dalam SKS. Selain itu, jumlah peralatan IT yang harganya mahal dan bersifat sensitif  sangat membutuhkan biaya peralatan yang cukup mahal. Uang dari Dikti 10% digunakan untuk biaya peralatan lab, dan sisanya untuk pembuatan lab Micro (3) dengan berbasis IT. Pembangunan tersebut diharapkan dapat memperlancar kegiatan lab bagi mahasiswa. Pembayaran untuk kegiatan PPL sekitar Rp 400.000,- untuk setiap mahasiswa, hal itu dilakukan karena dengan beberapa alasan, yakni:
a.       Dibandingkan dengan sekolah di Surakarta yang berjarak dekat, tempat PPL yang jauh biaya akomodasi untuk sekolah memang lebih murah (contohnya Sragen, Wonogiri, dll), namun hal itu akan membuat kesusahan mahasiswa dalam melaksanakan PPL, karena jaraknya yang jauh dan otomatis memerlukan biaya yang lebih.
b.      Tempat yang dekat (seperti Surakarta) memang sedikit mahal pembayarannya tetapi aksesnya lebih mudah.
Kemudian jalan tengah yang diambil adalah memilih tempat yang lebih dekat agar mahasiswa dapat mengakses dengan mudah, walaupun biaya sedikit mahal. Sebagai perbandingan, pada tahun 2007, UNY pembayaran PPL sekitar Rp500 ribu, tetapi UMS masih dengan nominal Rp150 ribu.
7)      Rencana pembangunan universitas yang saat ini akan dilakukan antara lain:
a.       Membangun gedung Rektorat dengan waktu 1,5 tahun. Jadi bekas tempat gedung rektorat dapat dimanfaatkan untuk perkuliahan untuk mahasiswa FKIP khususnya PGSD dan PG-PAUD.
b.      Membangun asrama di dekat pondok sobron. Jadi pusat gedungnya jadi satu.
8)      Dalam kegiatan mahasiswa, keuangan fakultas sudah direncanakan melalui TOT.
9)      Untuk pelayanan TU dan BAA yang kurang ramah, Bapak Sofyan Anif akan membantu menyampaikan kepada pihak yang bersangkutan demi kemajuan pelayanan terhadap mahasiswa.
10)  Pembangunan gedung drama, akan diusahakan dan di sampaikan kepada Rektorat.
11)  Eksistensi jumlah mahasiswa akan diimbangi dengan fasilitas dan ruangan yang memadai.
Dalam melaksanakan kegiatan ini, kami mengalami beberapa kendala dan hambatan, antara lain: 
1)      Kehadiran peserta molor sehingga jam pelaksanaan tidak sesuai dengan yang direncanakan.
2)      Berubah-ubahnya hari dan tempat pelaksanaan Dialog Fakultas karena berbenturan dengan agenda dekanat.
3)      Jumlah peserta yang minim. Hal ini dikarenakan mungkin bertepatan dengan kuliah.
Adapun solusi yang harus dilakukan untuk mengatasi kendala-kendala diatas antara lain:
1)      Koordinasi antar panitia dan sosialisasi kegiatan lebih digalakkan lagi agar peserta yang hadir bisa tepat waktu.
2)      Untuk mengatasi minimnya peserta maka perlu diintensifkan lagi koordinasi dengan bidang 4 HMP se-FKIP.
3)      Koordinasi dengan pihak dekanat jauh-jauh hari agar waktu dan tempat pelaksanaan tidak berubah-ubah.